NATRIUM

1. Sejarah
Natrium asetat atau natrium etanoat (jarang digunakan) adalah garam natrium dari asam asetat. Senyawa ini merupakan zat kimia berharga terjangkau yang diproduksi dalam jumlah industri untuk berbagai keperluan(Inggris, soda; Latin, sodanum, obat sakit kepala). Sebelum Davy berhasil mengisolasi unsur ini dengan cara elektrolisis soda kaustik, natrium (unsur ini disebut sodium dalam bahasa Inggris), telah dikenal dalam berbagai suatu senyawa.

2. Sumber
Natrium banyak ditemukan di bintang-bintang. Garis D pada spektrum matahari sangat jelas. Natrium juga merupakan elemen terbanyak keempat di bumi, terkandung sebanyak 2.6% di kerak bumi. Unsur ini merupakan unsur terbanyak dalam grup logam alkali.
Jaman sekarang ini, sodium dibuat secara komersil melalui elektrolisis fusi basah natrium klorida. Metoda ini lebih murah ketimbang mengelektrolisis natrium hidroksida, seperti yang pernah digunakan beberapa tahun lalu.

3. Senyawa-senyawa
Senyawa yang paling banyak ditemukan adalah natrium klorida (garam dapur), tapi juga terkandung di dalam mineral-mineral lainnya seperti soda niter, amphibole, zeolite, dsb.

Senyawa natrium juga penting untuk industri-industri kertas, kaca, sabun, tekstil, minyak, kimia dan logam. Sabun biasanya merupakan garam natrium yang mengandung asam lemak tertentu. Pentingnya garam sebagai nutrisi bagi binatang telah diketahui sejak zaman purbakala.

Di antara banyak senyawa-senyawa natrium yang memiliki kepentingan industrial adalah garam dapur (NaCl), soda abu (Na2CO3), baking soda (NaHCO3), caustic soda (NaOH), Chile salpeter (NaNO3), di- dan tri-natrium fosfat, natrium tiosulfat (hypo, Na2S2O3 . 5H20) and borax (Na2B4O7 . 10H2O).

4. Isotop-isotop
Ada tiga belas isotop natrium. Kesemuanya tersedia di Los Alamos National Laboratory.

5.Penanganan
Logam natrium harus ditangani dengan hati-hati. Logam ini tidak dapat diselubungi dalam kondisi inert sehingga kontak dengan air dan bahan-bahan lainnya yang membuat natrium bereaksi harus dihindari.
6.Sifat – sifat
Natrium, seperti unsur radioaktif lainnya, tidak pernah ditemukan tersendiri di alam. Natrium adalah logam keperak-perakan yang lembut dan mengapung di atas air. Tergantung pada jumlah oksida dan logam yang terkekspos pada air, natrium dapat terbakar secara spontanitas. Lazimnya unsur ini tidak terbakar pada suhu dibawah 115 derajat Celcius.
A.SIFAT FISIK :
• Densitas : 0.97 g/cm3
• Titik leleh : 97.5
• Titik didih : 883
• Potensial standar : -2.7 V
• Penemu : Sih Humphrey Davy 1807
• Koefisien ekspansi liner termal : 70.6x10exp-5 /K
• Konduktivitas termal = 1.41 W/cmK
• Konduktifitas listrik : 0.21x10exp-6/ohm.cm
• Kalor jenis : 1.23 J/gK
• Tekanan uap : 0.0000143 Pa pada 961 C
B.SIFAT KIMIA :
• Nama : Natrium
• Simbol : Na
• Nomor atom : 11
• Nomor massa: 22.989
• Keadaan standar : padatan
• Warna : putih keperakan
• Klasifikasi dalam sistem periodik : Logam
• Total isotop : 22
• Total isomer 2
• Isotop radioaktif = 19
• Isotop stabil : 1
• Elektronegatifitas pauli : 0.9
• Entalpi atomisasi : 108.4 KJ/mol
• Entalpi fusi : 2.59 KJ/mol
• Entalpi penguapan : 89.04 KJ/mol
• Panas penguapan= 96 KJ/mol
• Volume molar : 23.7 cm3/mol
• Jari-jari ionik : 2.23 Amstrong
• Jari-jari kovalen : 1.54 Amstrong
• kristal struktur : CCB kubus berpusat badan

7. Pembuatan
Natrium asetat memiliki harga terjangkau, dan biasanya dibeli dari pedagang zat-zat kimia, bukan disintesis di laboratorium. Senyawa ini juga kadang dihasilkan dalam eksperimen laboratorium, misalnya reaksi asam asetat dengan natrium karbonat, natrium bikarbonat, atau natrium hidroksida, menghasilkan beberapa basa yang mengandung natrium.
CH3–COOH + Na+[HCO3]– → CH3–COO– Na+ + H2O + CO2
Reaksi diatas sama dengan reaksi soda kue dan cuka yang terkenal. Secara teoritis 84 gram natrium bikarbonat bereaksi dengan 750 g cuka 8% menghasilkan 82 g natrium asetat, terlarut dalam air. Dengan mendidihkan air tersebut, didapatkan larutan pekat natrium asetat, atau kristal natrium asetat.
Pada skala industri, natrium bikarbonat dapat diproduksi melalui reaksi antara natrium karbonat, air dan gas karbon dioksida:

Na2CO3 + H2O + CO2 –> 2NaHCO3

Selain itu, natrium bikarbonat dapat pula dihasilkan dari reaksi antara natrium klorida (NaCl), ammonia (NH3) dan karbon dioksida (CO2).

Namun, sebagian besar produsen natrium bikarbonat lebih banyak menggunakan reaksi pertama untuk menghasilkan natrium bikarbonat. Dengan proses ini, untuk menghasilkan 1 ton natrium bikarbonat dibutuhkan sekitar 690 kg natrium karbonat, 300 kg karbon dioksida dan air secukupnya.
8. Kegunaan
Logam natrium sangat penting dalam fabrikasi senyawa ester dan dalam persiapan senyawa-senyawa organik. Logam ini dapat di gunakan untuk memperbaiki struktur beberapa campuran logam, dan untuk memurnikan logam cair.
Campuran logam natrium dan kalium, NaK, juga merupakan agen heat transfer (transfusi panas) yang penting.
*Kegunaan lain:
• Dalam sesetengah aloi untuk memperbaiki struktur.
• Dalam penghasilan sabun, iaitu pencampuran dengan asid lemak.
• Untuk “menyiang” logam (melicinkan permukaan).
• Untuk menulenkan leburan logam.
• Dalam lampu wap natrium, sebagai satu cara menghasilkan cahaya daripada elektrik.
• Sebagai bendalir perpindahan haba dalam beberapa jenis reaktor nuklear dan dalam injap berongga enjin pembakaran dalam berprestasi tinggi.
NaCl, sebatian dengan ion natrium dan klorida, adalah merupakan bahan pemindah haba yang penting.

MAGNESIUM
Kelimpahan kerak bumi: 2,3% menurut beratnya, 2,0% oleh mol. Kelimpahan sistem matahari: 700 bagian per juta menurut beratnya, 30 bagian per juta oleh mol
Sumber: Magnesium adalah elemen terbanyak kedelapan di Bumi kerak dan logam yang paling berlimpah keenam. Magnesium diperoleh secara komersial oleh ‘proses Pidgeon. Ini tinggi metode temperatur menggunakan silikon sebagai agen pereduksi untuk mengekstrak magnesium dari mineral seperti dolomit ( MgCa (CO 3) 2) atau magnesit (MgCO 3) atau air asin
Isotop: Magnesium memiliki 15 isotop yang setengah-hidup yang dikenal dengan rentang massa 20-34 adalah. Dari 3 ini stabil, 24 Mg, Mg 25 dan 26 Isotop Mg. 24 Mg yang paling banyak (79%).

1.Sifat Kimia Magnesium
• Elektrokimia Setara : 0.45341g/amp-hr
• Elektron Fungsi Kerja : 3.66eV
• Elektronegativitas : 1,31 (Pauling); 1,23 (Rochow Allrod)
• Panas Fusion : 8.954kJ/mol
• Incompatibilities: Tidak kompatibel:
• Potensial Ionisasi
o Pertama : 7,646
o Kedua : 15,035
o Ketiga : 80,143
• Elektron valensi Potensi (-eV) : 40
2.Sifat fisik Magnesium
• Massa atom rata-rata : 24,305
• Titik didih : 1363 K 1090 ° C, 1994 ° F
• Koefisien ekspansi termal langsung / -1 K: 26.1E -6
• Daya konduksi
Listrik: 0,226 10 6 / Ω cm
Thermal: 1,56 W / cmK
• Kepadatan : 1.738g/cc @ 300K
• Keterangan:
Grayish-white metal. Putih keabu-abuan-logam. Reacts with hot water and burns in air when ignited. Bereaksi dengan air panas dan luka bakar di udara saat dinyalakan.
Elastic Modulus: Modulus elastik:
o Massal: 35.6/GPa
o Kekakuan: 17.3/GPa
o Youngs: 44.7/GPa
Entalpi atomisasi: 148,5 kJ / mol @ 25 ° C
Entalpi Fusion: 8,95 kJ / mol
mole Panas penguapan: 128,7 kJ / mol
Flammablity Kelas:
Titik beku: lihat titik leleh
Skala Kekerasan
o Brinell: 260 MN m -2
o Mohs: 2.5
Panas penguapan : 127.4kJ/mol
Melting Point : 922 K 649 ° C 1200 ° F
Volume molar: 13,97 cm 3 / mol
Optical Reflektifitas: 74%
Negara fisik (pada 20 ° C & 1atm): Solid
Panas Spesifik : 1.02J/gK
Tekanan Uap = 361Pa @ 649 ° C
3.Pembuatan
Dari logam-logam alkali tanah, magnesium yang paling banyak diproduksi. Sebagai sumber magnesium digunakan air laut yang mengandung 0,13% magnesium. Proses pengolahan magnesium dari air laut disebut proses Dow, dengan langkah sebagai berikut:

1. Magnesium diendapkan sebagai MgOH2 dengan menambahkan Ca(OH)2 ke dalam air laut
2. Kemudian Mg(OH)2 diubah menjadi MgCl2 dengan menambahkan HCl
3. Selanjutnya MgCl2 dikristalakan sebagai MgCl2.6H2O
4. Untuk mendapatkan logam magnesium, harus dilakukan elektrolisis terhadap leburan MgCl2.6H2O. Hal ini tidak mudah dilakukan langsung karena pada pemanasan MgCl2.6H2O akan terbentuk MgO. Hal ini dapat diatasi dengan menambahkan MgCl2 yang mengalami dehidrasi sebagian ke dalam campuran leburan natrium dan kalsium klorida. Magnesium klorida akan meleleh dan kehilangan air teapi tidak mengalami hidrolisis. Campuran leburan itu kemudian dielektrolisis dan magnesium akan terbentuk dikatoda.
 Persenyawaan
Magnesium sulfat : MgSO4
Kristal MgSO4.7H2O dikenal sebagai garam Inggris, digunakan untuk obat pencuci perut.
Kegunaan-kegunaan lain termasuklah:
• Pengeluaran sulfur daripada besi dan besi waja.
• Plat fotoukiran dalam industri pencetakan.
• Dicampurkan dalam aloi, logam ini penting untuk pembinaan kapal terbang dan peluru berpandu.
• Apabila digunakan sebagai agen pengaloian, logam ini memperbaiki sifat mekanikal, pembikinan dan pengimpalan logam aluminium.
• Agen penambah dalam bahan perejang konvensional dan digunakan untuk menghasilkan grafit nodul dalam besi tempa.
• Agen penurun dalam penghasilan uranium tulen dan logam-logam lain daripada garamnya.
• Magnesium hidroksida digunakan dalam susu magnesia, magnesium klorida dan magnesium sulfat dalam garam Epsom dan magnesium sitrat dalam perubatan.
• Magnesit dead-burned digunakan untuk tujuan refraktori seperti batu-bata dan ari pada relau dan pengubah bermangkin.
• Magnesium adalah bahan boleh terbakar, dan terbakar pada suhu lebih kurang 2500K (2200 °C, 4000 °F).
• Suhu pembakaran magnesium yang sangat tinggi membolehkannya menjadi alat berguna untuk menghasilkan api keselamatan semasa beriadah atau kegiatan luar.
• Serbuk Magnesium karbonat (MgCO3) digunakan oleh ahli sukan, seperti gimnas dan pengangkat berat, untuk memperbaiki genggaman pada objek – iaitu radas atau palang angkat.
• Magnesium stearat adalah serbuk putih yang agak mudah terbakar dan mempunyai sifat pelincir. Dalam teknologi farmaseutikal, ia digunakan dalam perkilangan tablet, untuk mengelakkan tablet daripada melekat pada alat semasa proses mampatan tablet {iaitu, apabila bahan tablet ditekan menjadi bentuk tablet)

ALUMINIUM

Aluminium adalah logam yang berwaarna putih perak dan tergolong ringan yang mempunyai massa jenis 2,7 gr cm –3.Sifat-sifat yang dimilki aluminium antara lain :

Sifat-sifat penting yang dimiliki aluminium sehingga banyak digunakan sebagai material teknik:
- Berat jenisnya ringan (hanya 2,7 gr/cm³, sedangkan besi ± 8,1 gr/ cm³)
- Tahan korosi
- Penghantar listrik dan panas yang baik
- Mudah di fabrikasi/di bentuk
- Kekuatannya rendah tetapi pemaduan (alloying) kekuatannya bisa ditingkatkan.
Selain itu ada beberapa sifat lagi yang di miliki oleh aluminium :
1. Ringan, tahan korosi dan tidak beracun maka banyak digunakan untuk alat rumah tangga seperti panci, wajan dan lain-lain.
2. Reflektif, dalam bentuk aluminium foil digunakan sebagai pembungkus makanan, obat, dan rokok.
3. Daya hantar listrik dua kali lebih besar dari Cu maka Al digunakan sebagai kabel tiang listrik.
4. Paduan Al dengan logam lainnya menghasilkan logam yang kuat seperti Duralium (campuran Al, Cu, mg) untuk pembuatan badan peswat.
5. Al sebagai zat reduktor untuk oksida MnO2 dan Cr2O3.

sifat fisis :
• Nomor atom : 13
• Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 1
• Massa Atom relatif : 26,98154
• Jari-jari atom : 1,82 Å
• Titik Didih : 2467 °C
• Titik Lebur : 660 °C
• Elektronegatifitas : 1,45
• Energi Ionisasi : 577 kJ/mol
• Tingkat Oks. Max : 3+
• Struktur Atom : Kristal
• Logam
• Wujud : Padat

Sifat bahan korosi dari aluminium diperoleh karena terbentuknya lapisan aluminium oksida (Al2O3) pada permukaan aluminium. Lapisan ini membuat Al tahan korosi tetapi sekaligus sukar dilas, karena perbedaan melting point (titik lebur).
Aluminium umumnya melebur pada temperature ± 600 derajat C dan aluminium oksida melebur pada temperature 2000oC.

Kekuatan dan kekerasan aluminium tidak begitu tinggi dengan pemaduan dan heat treatment dapat ditingkatkan kekuatan dan kekerasannya. Aluminium komersil selalu mengandung ketidak murnian ± 0,8% biasanya berupa besi, silicon, tembaga dan magnesium.
Sifat lain yang mnguntungkan dari aluminium adalah sangat mudah difabrikasi, dapat dituang (dicor) dengan cara penuangan apapun.
Dapat deforming dengan cara: rolling, drawing, forging, extrusi dll. Menjadi bentuk yang rumit sekalipun.

Paduan aluminium

Dalam keadaan murni aluminium terlalu lunak, kekuatannya rendah untuk dapat dipakai pada berbagai keperluan teknik.
Dengan pemaduan teknik (alloying), sifat ini dapat diperbaiki, tetapi seringkali sifat tahan korosinya berkurang demikian pula keuletannya.
Sedikit mangan, silicon dan magnesium, masih tidak banyak mengurangi sifat tahan korosinya, tetapi seng, besi, timah putih, dan tembaga cukup drastic menurunkan sifat tahan korosinya.

Paduan aluminium dapat dibagi menjadi 2 kelompok:
1. Aluminium wronglt alloy (lembaran)
2.Aluminium costing alloy (batang cor

A.KELIMPAHAN ALUMINIUM
Aluminium adalah logam yang paling banyak terdapat di kerak bumi, dan unsur ketiga terbanyak setelah oksigen dan silikon. Aluminium terdapat di kerak bumi sebanyak kira-kira 8,07% hingga 8,23% dari seluruh massa padat dari kerak bumi, dengan produksi tahunan dunia sekitar 30 juta ton pertahun dalam bentuk bauksit dan bebatuan lain (corrundum, gibbsite, boehmite, diaspore, dan lain-lain) (USGS). Dengan kelimpahan sebesar itu, aluminium merupakan unsur ketiga terbanyak setelah oksigen dan silikon, serta merupakan unsur logam yang paling melimpah. Namun, Aluminium tetap merupakan logam yang mahal karena pengolahannya sukar. Mineral aluminium yang bernilai ekonomis adalah bauksit yang merupakan satu-satunya sumber aluminium. Kriloit digunakan pada peleburan aluminium, sedang tanah liat banyak digunakan untuk membuat batu bata, keramik. Di Indonesia, bauksit banyak ditemukan di pulau Bintan dan di tayan (Kalimantan Barat).
Pada aluminium paduan, kandungan unsur yang berada di dalamnya dapat bervariasi tergantung jenis paduannya. Pada paduan 7075, yang merupakan bahan baku pembuatan pesawat terbang, memiliki kandungan sebesar 5,5% Zn, 2,5% Mg, 1,5% Cu, dan 0,3% Cr. Aluminium 2014, yang umum digunakan dalam penempaan, memiliki kandungan 4,5% Cu, 0,8% Si, 0,8% Mn, dan 1,5% Mg. Aluminium 5086 yang umum digunakan sebagai bahan pembuat badan kapal pesiar, memiliki kandungan 4,5% Mg, 0,7% Mn, 0,4% Si, 0,25% Cr, 0,25% Zn, dan 0,1% Cu.
B.KANDUNGAN ATOM DAN IKATAN
Aluminium disimbolkan dengan Al, dengan nomor atom 13 dalam tabel periodik unsur. Bauksit, bahan baku aluminium memiliki kandungan aluminium dalam julah yang bervariasi, namun pada umumnya di atas 40% dalam berat. Senyawa aluminium yang terdapat di bauksit diantaranya Al2O3, Al(OH)3, γ-AlO(OH), dan α-AlO(OH).
Isotop aluminium yang terdapat di alam adalah isotop27Al, dengan persentase sebesar 99,9%. Isotop26Al juga terdapat di alam meski dalam jumlah yang sangat kecil. Isotop26Al merupakan radioaktif dengan waktu paruh sebesar 720000 tahun. Isotop aluminium yang sudah ditemui saat ini adalah aluminium dengan berat atom relatif antara 23 hingga 30, dengan isotop27Al merupakan isotop yang paling stabil.

C. Sifat-sifat penting yang dimiliki aluminium
- Berat jenisnya ringan (hanya 2,7 gr/cm³, sedangkan besi ± 8,1 gr/ cm³)
- Tahan korosi
- Penghantar listrik dan panas yang baik
- Mudah di fabrikasi/di bentuk
- Kekuatannya rendah tetapi pemaduan (alloying) kekuatannya bisa ditingkatkan.
Selain itu ada beberapa sifat lagi yang di miliki oleh aluminium :
1. Ringan, tahan korosi dan tidak beracun maka banyak digunakan untuk alat rumah tangga seperti panci, wajan dan lain-lain.
2. Reflektif, dalam bentuk aluminium foil digunakan sebagai pembungkus makanan, obat, dan rokok.
3. Daya hantar listrik dua kali lebih besar dari Cu maka Al digunakan sebagai kabel tiang listrik.
4. Paduan Al dengan logam lainnya menghasilkan logam yang kuat seperti Duralium (campuran Al, Cu, mg) untuk pembuatan badan peswat.
5. Al sebagai zat reduktor untuk oksida MnO2 dan Cr2O3.

sifat fisis :
• Nomor atom : 13
• Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 1
• Massa Atom relatif : 26,98154
• Jari-jari atom : 1,82 Å
• Titik Didih : 2467 °C
• Titik Lebur : 660 °C
• Elektronegatifitas : 1,45
• Energi Ionisasi : 577 kJ/mol
• Tingkat Oks. Max : 3+
• Struktur Atom : Kristal
• Logam
• Wujud : Padat

Sifat bahan korosi dari aluminium diperoleh karena terbentuknya lapisan aluminium oksida (Al2O3) pada permukaan aluminium. Lapisan ini membuat Al tahan korosi tetapi sekaligus sukar dilas, karena perbedaan melting point (titik lebur).
Aluminium umumnya melebur pada temperature ± 600 derajat C dan aluminium oksida melebur pada temperature 2000oC.

Pengolahan Alumininum
Aluminium dibuat menurut proses Hall-heroult yang ditemukan oleh Charles M. Hall di Amerika Serikat dan Paul Heroult tahun 1886. Pengolahan aluminium dan bauksit meliputi 2 tahap :
1. Pemurnian bauksit untuk meperoleh alumina murni.
2. Peleburan / reduksi alumina dangan elektrolisis
Pemurnian bauksit melalui cara :
a. Ba direaksikan dengana NaOH(q) . Aluminium oksida akan larut membentuk NaCl(OH)4.
b. Larutan disaring lalu filtrat yang mengandung NaAl(OH)4 diasamkan dengan mengalirkan gas CO2 Al mengendap sebagai Al(OH)3
c. Al(OH)3 disaring lalu dikeringkan dan dipanaskan sehingga diperoleh Al2O3 tak berair. Bijih –bijih Aluminium yang utama antara lain:
- bauksit
- mika
- tanah liat
Peleburan Alumina
Peleburan ini menggunakan sel elektrolisis yang terdiri atas wadah dari besi berlapis grafit yang sekaligus berfungsi sebagai katode (-) sedang anode (+) adalah grafit. Campuran Al2O3 dengan kriolit dan AlF3 dipanaskan hingga mencair dan pada suhu 950 C kemudian dielektrolisis . Al yang terbentuk berupa zat cair dan terkumpul di dasar wadah lalu dikeluarkan secara periodik ke dalam cetakan untuk mendapat aluminium batangan (ingot). Anode grafit terus menerus dihabiskan karena bereaksi dengan O2 sehingga harus diganti dari waktu ke waktu. Untuk mendapat 1 Kg Al dihabiskan 0,44 anode grafit. 2Al2O3 +3C 4Al + 3CO2
Beberapa nijih Al yang utama :
1. Bauksit (Al2O3. 2H2O)
2. Mika (K-Mg-Al-Slilkat)
3. Tanah liat (Al2Si2O7.2H2O)
Aluminium ada di alam dalam bentuk silikat maupun oksida, yaitu antara lain :
- sebagai silikat misal feldspar, tanah liat, mika
- sebagai oksida anhidrat misal kurondum (untuk amril)
- sebagai hidrat misal bauksit
- sebagai florida misal kriolit

E.. KEGUNAAN ALUMINIUM
• Banyak dipakai dalam industri pesawat
• Untuk membuat konstruksi bangunan
• Dipakai pada berbagai macam aloi
• Untuk membuat magnet yang kuat
• Tawas sebagai penjernih air
• Untuk membuat logam hybrid yang dipakai pada pesawat luar angkasa
• Membuat berbagau alat masak
• Menghasilkan permata bewarna-warni: Sapphire, Topaz.
• Sektor industri otomotif, untuk membuat bak truk dan komponen kendaraan bermotor.
• untuk membuat badan pesawat terbang.
• Sektor pembangunan perumahan;untuk kusen pintu dan jendela.
• Sektor industri makanan ,untuk kemasan berbagai jenis produk.
• Sektor lain, misal untuk kabel listrik, perabotan rumah tangga dan barang kerajinan.
• 6. Membuat termit, yaitu campuran serbuk aluminium dengan serbuk besi (III) oksida, digunakan untuk mengelas baja ditempat, misalnya untuk menyambung rel kereta api. Beberapa senyawa Aluminium juga banyak penggunaannya, antara lain:

Senyawa Aluminium juga banyak penggunaannya, antara lain:
• Tawas (K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O)
Tawas mempunyai rumus kimia KSO4.AL2.(SO4)3.24H2O. Tawas digunakan untuk menjernihkan air pada pengolahan air minum.
• Alumina (Al2O3)
Alumin dibedakan atas alfa0allumina dan gamma-allumina. Gamma-alumina diperoleh dari pemanasan Al(OH)3 di bawah 4500C. Gamma-alumina digunakan untuk pembuatan aluminium, untuk pasta gigi, dan industri keramik serta industri gelas. Alfa-allumina diperoleh dari pemanasan Al(OH)3 pada suhu diatas 10000C. Alfa-allumina terdapat sebagai korundum di alam yang digunakan untuk amplas atau grinda. Batu mulia, seperti rubi, safir, ametis, dan topaz merupakan alfa-allumina yang mengandung senyawa unsur logam transisi yang memberi warna pada batu tersebut. Warna-warna rubi antara lain:
- Rubi berwarna merah karena mengandung senyawa kromium (III)
- Safir berwarna biru karena mengandung senyawa besi(II), besi(III) dan titan(IV)
- Ametis berwarna violet karena mengandung senyawa kromium (III) dan titan (IV)
- Topaz berwarna kuning karena mengandung besi (III)

F. Dampak pengunaan aluminium
Aluminium merupakan logam yang stabil sehingga kaleng atau pembungkus aluminium yang sudah tidak di gunakan dapat mencemari lingkungan. Umumnya aluminium di peroleh melalui proses elektrolisis . dalam proses ini di hasilkan uap asam flourida yang dapat menimbulkan kelumpuhan dan kematian

Silikon

Silikon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Si dan nomor atom 14. Merupakan unsur terbanyak kedua di bumi. Senyawa yang dibentuk bersifat paramagnetik. Unsur kimia ini ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius.
Silikon hampir 25.7% mengikut berat. Biasanya dalam bentuk silikon dioksida (silika) dan silikat. Silikon sering digunakan untuk membuat serat optik dan dalam operasi plastik digunakan untuk mengisi bagian tubuh pasien dalam bentuk silikone.
Silikon dalam bentuk mineral dikenal pula sebagai zat kersik.
Informasi umum
Nama, lambang, nomor atom
silikon, Si, 14
Deret kimia
metaloid

Golongan, periode, blok
14, 3, p

Penampilan
Sebagai lempengan: kristal
dengan permukaan sedikit
biru gelap dan mengkilap

Berat atom standar
28,0855(3) g•mol−1

Konfigurasi elektron
[Ne] 3s2 3p2

Elektron per kelopak
2, 8, 4
Sifat fisika
Fase
solid

Massa jenis
(mendekati suhu kamar)
2,33 g•cm−3

Massa jenih cairan
pada titik didih
2,57 g•cm−3
Titik lebur
1687 K
(1420 °C, 2577 °F)

Titik didih
3538 K
(2355 °C, 5909 °F)

Kalor peleburan
50,21 kJ•mol−1

Kalor penguapan
359 kJ•mol−1

Kapasitas kalor
(25 °C) 19,789 J•mol−1•K−1
Tekanan uap

P/Pa 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T/K 1908 2102 2339 2636 3021 3537

Sifat atom
Struktur kristal
Kubus intan

Bilangan oksidasi
4, 3 [1], 2 [2], 1 [3]
(oksida amfoter)

Elektronegativitas
1.90 (Skala Pauling)
Energi ionisasi
(lebih lanjut)
1st: 786,5 kJ•mol−1

2nd: 1577,1 kJ•mol−1
3rd: 3231,6 kJ•mol−1
Jari-jari atom
117,6 pm

Jari-jari atom (perhitungan) 111 pm

Jari-jari kovalen
111 pm

Jari-jari Van Der Waals
210 pm

Informasi Lain
Pembenahan magnetik
nonmagnetic
Konduktivitas termal
(300 K) 149 W•m−1•K−1
Ekspansi termal
(25 °C) 2,6 µm•m−1•K−1
Kecepatan suara (thin rod)
(20 °C) 8433 m/s

Modulus Young
150 GPa
Modulus limbak
100 GPa
Kekerasan Mohs
7
Nomor CAS
7440-21-3
Sela pita energy at 300 K
1,12 eV

Isotop tertentu
Artikel utama: Isotop dari silikon

iso
NA
Umur paruh
DM
DE (MeV)
DP

28Si 92,23% Si stabil dengan 14 neutron

29Si 4,67% Si stabil dengan 15 neutron

30Si 3,1% Si stabil dengan 16 neutron

32Si syn
170 tahun
β-
13,020 32P

Kotak ini: lihat • bicara • sunting

Untuk sejenis polimer, lihat silikone.
Produksi:
1.Campuran silica-kokas dipanaskan dalam tanur listrik suhu 3273K.
Atau
1.Silikon direaksikan dengan Klorin hingga terbentuk Silikon tetraklorida.
2.Silikon Tetraklorida dimurnikan dengan distilasi bertingkat.
3.Silikon Tetraklorida kemudian direduksi melalui suatu tabung panas untuk memperoleh Silikon ultra murni.

Manfaat:
1.Silikon-> Transistor, sel surya, chip komputer.
2.Silika-> gelas, keramik, porselen, semen.
3.Natrium Silikat-> pengawet telur, perekat.
4.Korundum/Silikon Karbida-> amplas.
5.Silika gel-> pengering.
5.Durion->alar industri tahan asam.

FOSFOR
Fosfor ialah zat yang dapat berpendar karena mengalami fosforesens (pendaran yang terjadi walaupun sumber pengeksitasinya telah disingkirkan).
Fosfor berupa berbagai jenis senyawa logam transisi atau senyawa tanah langka seperti zink sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga atau perak, dan zink silikat (Zn2SiO4)yang dicampur dengan mangan. Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu pendar, sementara fosfor dapat ditemukan pula pada berbagai jenis mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark). Fosfor pada tabung sinar katoda mulai dibakukan pada sekitar Perang Dunia II dan diberi lambang huruf “P” yang diikuti dengan sebuah angka.
Kelimpahan
• Fosfor di alam terdapat di kulit bumi dalam senyawa yang pada umumnya senyawa fosfat.
• Sumber utama senyawa fosfat terdapat pada batu karang fosfat, yaitu (CaF23Ca3(PO4)2) dan fosforit yang penyusun utamanya adalah kalsium fosfat, (Ca3(PO4)2
Sifat Fisis Unsur Fosfor
• Nomor atom : 15
• Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 3
• Massa Atom relatif : 30,97376
• Jari-jari atom : 1,23 Å
• Titik Didih : 280 °C
• Titik Lebur : 44 °C
• Elektronegatifitas : 2,05
• Energi Ionisasi : 1060 kJ/mol
• Tingkat Oks. Max : 5+
• Struktur Atom : molekul Poliatom
• Wujud : Padat
Catatan
• Berupa logam bewarna putih keperakan dan sangat ringan
• Banyak dipakai di industri karena ringan dan mampu membentuk aloi yang kuat
• Termasuk unsur reaktif
• Sebagian besar logam dapat dihasilkan dengan bantuan magnesium
• Banyak ditemukan di alam dan dalam mineral : dolomite, magnetite, olivine, serpentine
• Senyawa yang terbentuk umumnya ikatan ion, namun ada juga berupa ikatan kovalen
• Memancarkan pendar cahaya yang lemah ketika bergabung dengan oksigen

• Ditemukan dalam berbagai bentuk
• Merupakan unsur penting dalam makhluk hidup.
Kegunaan
• Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen
• Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum
• Pemisah sulfur dari besi dan baja
• Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan
• Untuk membuat lampu kilat
• Sebagai katalis reaksi organik
• Kegunaan fosfor yang terpenting adalah dalam pembuatan pupuk, dan secara luas digunakan dalam bahan peledak, korek api, kembang api, pestisida, odol, dan deterjen.

Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom
fosforus, P, 15
Deret kimia
nonlogam

Golongan, Periode, Blok
15, 3, p

Penampilan
tak berwarna/merah/
putih keperakan

Massa atom
30,973761(2) g/mol

Konfigurasi elektron
[Ne] 3s2 3p3

Jumlah elektron tiap kulit
2, 8, 5
Tekanan uap (putih)

P/Pa 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T/K 279 307 342 388 453 549

Tekanan uap (merah)

P/Pa 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T/K 455 489 529 576 635 704

Ciri-ciri atom
Struktur kristal
monoklinik
Bilangan oksidasi
±3, 5, 4
(oksida asam lemah)

Elektronegativitas
2,19 (skala Pauling)

Energi ionisasi
pertama: 1011,8 kJ/mol
ke-2: 1907 kJ/mol
ke-3: 2914,1 kJ/mol
Jari-jari atom
100 pm

Jari-jari atom (terhitung)
98 pm

Jari-jari kovalen
106 pm

Jari-jari Van der Waals
180 pm

Lain-lain
Sifat magnetik
data tak tersedia
Konduktivitas termal
(300 K) (putih)
0,236 W/(m•K)
Modulus ruah
11 GPa
Isotop
iso
NA
waktu paruh
DM
DE (MeV)
DP

31P 100% P stabil dengan 16 neutron

32P syn
14,28 hari
β-
1,709 32S

33P syn
25,3 hari
β-
0,249 33S

SULFUR
Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida
• Kelimpahan Sulfur
Dalam keadaan bebas,umumnya belerang terdapat di daerah gunung berapi. Adapun dalam bentuk sentawanya, belerang ditemukan dalam bentuk mineral sulfida,seperti besi sulfida (FeS2), gips (CaSO4 . 2H2O), dan seng sulfida (ZnS). Selain itu , belerang juga terkandung dalam gas alam, seperti H2S dan SO2
. Sulfur juga hadir dalam berbagai jenis meteorit.
 Sulfida (S2-), satu kumpulan sebatian kompleks yang biasanya diterbitkan daripada S2-. Kadmium sulfida (CdS) merupakan satu contoh.
 Sulfit (SO32-), garam-garam bagi asid sulfurus (H2SO3) yang dihasilkan dengan melarutkan SO2 dalam air. Asid sulfurus dan sulfit sepadan adalah agen penurun yang agak kuat. Sebatian lain yang diterbit daripada SO2 termasuklah pirosulfit atau ion metabisulfite (S2O52−).
 Sulfat (SO42-), garam-garam bagi asid sulfurik. Asid sulfurik juga bertindak balas dengan SO3 pada nisbah molar seimbang untuk membentuk asid pirosulfurik (H2S2O7).
 Tiosulfat (kadangkala dirujuk sebagai tiosulfit atau “hiposulfit”) (S2O32−). Tiosulfat digunakan dalam pengekalan gambar (HYPO) iaitu sebagai agen penurunan. Ammonium tiosulfat dikaji sebagai pengganti kepada sianida dalam melarut lesap emas.[2]
 Natrium ditionit, Na2S2O4, adalah dianion penurun kuat yang diterbitkan daripada asid hiposulfurus/ditionus.
 Natrium ditionat (Na2S2O6).
 Asid politionik (H2SnO6), di mana n berjulat antara 3 hingga 80.
 Asid peroksimonosulfurik (H2SO5) dan asid peroksidisulfurik (H2S2O8), masing-masing dihasilkan daripada tindakan SO3 pada H2O2 pekat, dan H2SO4 pada H2O2 pekat.
 Natrium polisulfida (Na2Sx)
 Sulfur heksafluorida, SF6, gas yang mampat pada keadaan ambien, adalah digunakan perejang yang tidak reaktif dan tidak bertoksik
 Sulfur nitrida adalah sebatian rangkaian dan siklik yang mengandungi hanya S dan N. Tetrasulfur tetranitrida S4N4 adalah satu contoh.
 Tiosianat mengandungi kumpulan SCN-. Pengoksidaan tiosianat manghasilkan tiosianogen, (SCN)2 dengan keterkaitan NCS-SCN

Sifat-sifat utama

Sekeping sulfur melebur menjadi cecair merah darah. Apabila terbakar, ia mengeluarkan nyala berwarna biru. Pada suhu bilik, sulfur adalah satu pepejal lembut berwarna kuning terang. Sulfur adalah terkenal dengan baunya yang tidak menyenangkan yang menyerupai bau telur-telur busuk. Bau tersebut adalah sebenarnya ciri bagi hidrogen sulfida (H2S); sulfur keunsuran adalah tidak berbau. Ia terbakar dengan nyalaan biru dan mengeluarkan sulfur dioksida, yang dikenali kerana bau peliknya yang menyesakkan. Sulfur adalah tak larut dalam air tetapi larut dalam karbon disulfida dan pada kadar kelarutan yang kurang sedikit dalam pelarut organik lain seperti benzena. Keadaan pengoksidaan sulfur yang biasa termasuk −2, +2, +4 dan +6. Sulfur membentuk sebatian stabil bersama semua unsur kecuali gas nadir.
Sulfur dalam keadaan pepejal biasanya wujud sebagai siklik berbentuk mahkota yang terdiri daripada molekul-molekul S8. Sulfur mempunyai banyak alotrop selain S8. Dengan membuang satu atom daripada mahkota akan menghasilkan S7, yang yang berperanan dalam warna kuning sulfur yang unik. Terdapat banyak lagi bentuk cincin lain yang disediakan, termasuk S12 dan S18. Secara bandingannya, jirannya oksigen yang lebih ringan hanya wujud dalam dua keadaan yang mempunyai kepentingan kimia: O2 dan O3. Selenium, analog sulfur yang lebih berat boleh membentuk cincin tetapi lebih sering dijumpai sebagai satu rangkaian polimer. Kristalografi sulfur adalah kompleks. Bergantung kepada keadaan-keadaan yang tertentu, alotrop sulfur membentuk beberapa struktur hablur berbeza, antara yang paling terkenal adalah rombus dan monoklinik S8.
Suatu sifat unik ialah kelikatan sulfur yang lebur, iaitu berbeza dengan kebanyakan cecair lain, ia meningkat dengan suhu oleh keranapembentukan rangkaian-rangkaian polimer. Bagaimanapun, setelah menjangkau suhu yang tertentu, kelikatan mula menurun kerana terdapatnya tenaga yang mencukupi untuk memecahkan rantaian-rantaian.

Kegunaan:
 Belerang dioksida (SO2) digunakan sebagai fungisida (anti jamur), fumiga (anti serangga), dan dalam jumlah yang sangat kecil digunakan sebagai pengawet makanan.
 Natrium tiosulfat pentahidrat (Na2S2O3.5H2O) digunakan dalam proses pencucian film. Senyawa ini dikenal dengan merk hipo.
 Asam sulfat (H2SO4) dipakai sebagai pelarut, pengisi aki, pembuatan garam sulfat, pembuatan pupuk, pengolahan minyak, dan pewarnaan tekstil.

Klor
klor (bahasa Yunani: Chloros, “hijau pucat”), adalah unsur kimia dengan simbol Cl dan nomor atom 17. Dalam tabel periodik, unsur ini termasuk kelompok halogen atau grup 17 (sistem lama: VII or VIIA). Dalam bentuk ion klorida, unsur ini adalah pembentuk garam dan senyawa lain yang tersedia di alam dalam jumlah yang sangat berlimpah dan diperlukan untuk pembentukan hampir semua bentuk kehidupan, termasuk manusia. Dalam bentuk gas, klorin berwarna kuning kehijauan, dan sangat beracun. Dalam bentuk cair atau padat, klor sering digunakan sebagai oksidan, pemutih, atau desinfektan.
Informasi umum
Nama, lambang, nomor atom
klor, Cl, 17
Deret kimia
halogen

Golongan, periode, blok
17, 3, p

Penampilan
Hijau kekuningan

Berat atom standar
35,453(2) g•mol−1

Konfigurasi elektron
[Ne] 3s2 3p5

Elektron per kelopak
2, 8, 7

Sifat fisika
Fase
gas

Massa jenis
(0 °C, 101.325 kPa)
3,2 g/L
Titik lebur
171,6 K
(-101,5 °C, -150,7 °F)

Titik didih
239,11 K
(-34,4 °C, -29,27 °F)

Titik kritis
416,9 K, 7,991 MPa

Kalor peleburan
(Cl2) 6,406 kJ•mol−1

Kalor penguapan
(Cl2) 20,41 kJ•mol−1

Kapasitas kalor
(25 °C) (Cl2)
33,949 J•mol−1•K−1
Tekanan uap

P/Pa 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T/K 128 139 153 170 197 239

Sifat atom
Struktur kristal
ortorombik
Bilangan oksidasi
±1, 3, 5, 7
(oksida asam kuat)

Elektronegativitas
3,16 (Skala Pauling)
Energi ionisasi
(lebih lanjut)
1st: 1251,2 kJ•mol−1

2nd: 2298 kJ•mol−1
3rd: 3822 kJ•mol−1
Jari-jari atom
100 pm

Jari-jari atom (perhitungan) 79 pm

Jari-jari kovalen
99 pm

Jari-jari Van Der Waals
175 pm

Informasi Lain
Pembenahan magnetik
nonmagnetic
Keterhambatan elektris
(20 °C) > 10 Ω•m
Konduktivitas termal
(300 K) 8,9×10-3 W•m−1•K−1
Kecepatan suara
(gas, 0 °C) 206 m/s

Nomor CAS
7782-50-5
Isotop tertentu
Artikel utama: Isotop dari klor

iso
NA
Umur paruh
DM
DE (MeV)
DP

35Cl 75,77% Cl stabil dengan 18 neutron

36Cl syn
3,01×105 y
β-
0,709 36Ar

ε
- 36S

37Cl 24,23% Cl stabil dengan 20 neutron

PENGGUNAAN KLORIN
Klorin adalah unsur kimia ketujuh tertinggi yang diproduksi di dunia. Digunakan sebagai alat pemutih pada industri kertas, pulp, dan tekstil. Digunakan untuk manufaktur pestisida dan herbisida, misalnya DDT, untuk alat pendingin, obat farmasi, vinyl (pipa PVC), plastik , bahan pembersih, dan untuk perawatan air dan air limbah. Supaya bisa dipakai, klorin sering dikombinasikan dengan senyawa organik (bahan kimia yang mempunyai unsur karbon) yang biasanya menghasilkan organoklorin. Organoklorin itu sendiri adalah senyawa kimia yang beracun dan berbahaya bagi kehidupan karena dapat terakumulasi dan persisten di dalam tubuh makhluk hidup.
Di dalam industri pulp, kertas dan tekstil, klorin mempunyai dua kegunaan : pertama, untuk bahan pemutih dan penghalus pulp, dan kedua, untuk mendrop oksigen pada senyawa sulfur yang berada di liquor hitam (black liquor). Dalam proses produksi pulp dan kertas, klorin banyak digunakan, karena dalam proses pemutihan (bleaching), klorin dipakai di dalam tingkat terawal pada stage I yang disebut juga klorin dan klorin dioksid stage atau klorinisasi, serta stage terahkir.
BAHAYA KLORIN TERHADAP MANUSIA
Seperti yang dimaksud di atas klorin “sangat berbahaya bagi kesehatan manusia”. Klorin, baik dalam bentuk gas maupun cair mampu mengakibatkan luka yang permanen, terutama kematian. Pada umumnya luka permanen terjadi disebabkan oleh asap gas klorin. Klorin sangat potensial untuk terjadinya penyakit di kerongkongan, hidung dan trakt respiratory (saluran kerongkongan didekat paru-paru). Akibat-akibat akut untuk jangka pendek :

1. Pengaruh 250 ppm selama 30 menit kemungkinan besar berakibat fatal bagi orang dewasa.
2. Terjadi irritasi tinggi waktu gas itu dihirup dan dapat menyebabkan kulit dan mata terbakar.
3. Jika berpadu dengan udara lembab, asam hydroklorik dan hypoklorus “dapat mengakibatkan peradangan jaringan tubuh yang terkena. Pengaruh 14 s/d 21 ppm selama 30 s/d 60 menit menyababkan penyakit pada paru- paru seperti pnumonitis, sesak nafas, emphisema dan bronkitis.” (Waldbott, 1978)
Akibat-akibat yang kronis/sublethal untuk jangka panjang : Untuk jangka panjang dari pengaruh gas klorine, ada kemungkinan “menjadi tua sebelum waktunya, menimbulkan masalah dengan cabang tenggorok, pengkaratan pada gigi dan besar kecenderungan munculnya penyakit paru-paru seperti tbc dan emphisema.” (Chlorine Institute, 1980).

ARGON

Argon tersedia pada tingkatan yang kecil di atmospher dan diperoleh sebagai produksi dari bentuk cair dan gasnya di udara bebas. Argon tidak baik dibawa keluar laboratorium karena argon sangat berharga dan berguna jika disimpan dalam silinder pada tekanan tinggi.
1. Pembuatan secara industri
a. Pembuatan unsur argon
Dalam keadaan peluruhan radioaktif.
Argon-40, isotof terbanyak dari argon, diproduksi dengan melakukan peluruhan dari potassium-40 dengan waktu paruh 1.26e+9 tahun dengan menangkap electron atau emisi positron.
b. Pembuatan senyawa argon
Reaksi argon dengan unsur atau senyawa lain
- Reaksi argon dengan udara
Argon tidak bereaksi dengan udara, meskipunpada keadaan dibawah normal (ekstrem)
- Reaksi argon dengan air
Argon tidak bereaksi dengan udara
- Reaksi argon dengan halogen
Argon tidak bereaksi dengan berbagai unsur halogen
- Reaksi argon dengan asam
Argon tidak bereaksi dengan berbagai asam
- Reaksi argon dengan basa
Argon tidak bereaksi dengan berbagai basa
- Reaksi argon dengan unsur H dan F
Ar + H + F → HArF
Pembuatan senyawa tersebut susah dilakukan karena harus merusak system okted pada argon sehingga dapat berikatan dengan unsur lain.
2. Pembahasan
Argon adalah suatu unsur kimia yang disimbolkan dengan huruf Ar. Argon mempunyai nomor atom 18 dan merupakan unsur ketiga dari golongan VIII A dari sistem periodic unsur (gas mulia). Unsur argon terdapat dalam atmospher bumi sebesar 0,93 %, membuatnya merupakan unsur gas mulia yang terbanyak di bumi. Pada kulit terluarnya yang terisi penuh electron membuatnya menjadi unsure stabil dan tahan untuk tidak berikatan dengan unsur lain.
Karakteristik argon
Argon kemungkinan mempunyai kelarutanyang sama dalam air seperti gas oksigen (O2) dan 2.5 kali lebih larut dalam air dibandingkan gas nitrogen. Argon adalah unsur yang kurang berwarna, kurang berbau, kurang berasa, dan tidak bersifatracun dalam bentuk gas dan cairan. Argon berada pada keadaan inert pada keadaan dibawah normal bentuknya tidak ditegaskan adanya senyawa yang stabil pada suhu kamar.
Meskipun argon adalah gas mulia, argon sudah ditemukan mempunyai beberapa bentuk senyawa. Sebagai contoh adalah pembuatan senyawa argon hidrofluorida (HArF), suatu senyawa setengah stabil dari argon dengan hydrogen dan fluorin. Senyawa ini ditemukan dan dibat melalui reset dan penelitian pada universitas Helsinki tahun 2000. (1) Meskipun pada keadaan ground statenya netral, namun senyawa HArF keberadaannya dibatasi. Argon dapat berebtuk klathrat dengan air ketika atom-atomnya terikat pada kisi-kisi molekul air. (2) argon terisi juga ion-ion dan keadaan komplek. Seperti ArH+ dan ArF, respek, diketemukan juga ada. Perhitungan teori sudah menunjukkan beberapa senyawa argon dapat menjadi stabil namun dengan sintesis yang tidak gampang dan diketahui.
Sifat-sifat argon
Sifat umum :
Nama, simbol, dan nomor atom : argon, Ar, 18
Nama golongan kimia : gas mulia
Golongan, periode, blok : VIII A, 3, p
Penampilan warna : gambar
Berat atom standar : 39.948 gmol-1
Konfigurasi electron : [Ne] 3s23p6
Electron per kulit : 2, 8, 8

Sifat fisik :
Keadaan : gas (pada suhu kamar)
Kerapatan : 1.784 gr/L
Titik lebur : 83.80 K
Titik didih : 87.30 K
Titik kritis : 150.87 K
Panas peleburan : 1.18 kjmol-1
Panas penguapan : 6.43 kjmol-1
Kapasitas panas : 20.786 jmol-1K-1
Keadaan atomnya :
Struktur Kristal : kubus berpusat muka
Bilangan oksidasi : 0
Energy ionisasi : (1). 1520.6 kj/mol, (2). 2665.8 kj/mol, (3). 3931 kj/mol
Jari-jari atom : 71 pm
Jari-jari kovalen : 97 pm
Jari-jari van der walls : 188 pm
Keadaan magnet : nonmagnetic
Isotop
Isotop utama dari argon ditemukan dalam bumi adalah 40Ar (99.6%), 36Ar (0.34%), dan 38Ar (0.06%). Secara alami terjadi 40K dengan waktu paruh 1.25 x 109 tahun, merusak kestabilan 40Ar (11.2%) dengan melepaskan elektron dan emisi positron, dan juga kestabilan 40Ca (88.8%) dengan perusakan beta. Sifat dan perbandingan digunakan untuk membedakan usia hidupnya.
Dalam atmospher, 39Ar dibuat dengan aktifitas sinar kosmik, lebih utama dengan 40Ar. Pada permukaan lingkungan, itu juga diproduksi melalui pelepasan netron dengan 39K atau emisi alfa dengan kalsium. 37Ar dibuat dari peluruhan 40Ca sebagai hasil dari ledakan nuclear permukaan. Dimana memiliki waktu paruh 35 hari

Kegunaan argon :
1. Sebagai gas pengisi dalam bola lampu cahaya listrik, karena argon tidak bereaksi dengan filament cahaya lampu pada temperatur tinggi.
2. Sebagai gas inert perisai dalam berbagai bentuk dari pengelasan, termasuk gas inert logam saat pengelasan dan gas pemortongan saat pengelasan. Sebagai gas inert logam, argon biasanya sering dicampur dengan CO2
3. Sebagai pemadamapi ketika membahyakan peralatan dapat didihindari
4. Sebagai pilihan gas pada plasma yang digunakan dalam ICP spectroscopy
5. Sebagai perisai yang tidak reaktif pada proses titanium dan unsure rekatif lainnya
6. Sebagai pelindung atmospher bumi dari pertambahan silicon dan Kristal germanium

Makalah Kimia Unsur
Periode Ketiga

NAMA KELOMPOK
1. ACHMAD RIZAL F (01)
2. ANDRIANI PUSPITA S (02)
3. ELI WAYUNI (09)
4. LINA ANDINI (16)
5. M.HADID WIJAYANA (18)
6. MAS MUH AMINULLAH (23)
7. NIKMATUL JANNAH (25)
8. TOMY PRAYUDA (35)

TAPEL PELAJARAN
2010-2011

Kata Pengantar

Dengan memanjatkan puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena berkat limpahan dan rahmat dan hidayahnya. Akhirnya kami dapat menyelesaikan penelitian karya ilmiah yang berjudul “MAKALAH KIMIA UNSUR KETIGA” tepat pada waktunya.
Penulisan makalah ini merupakan salah satu syarat penyelesaian sebuah tugas mata pelajaran kimia, selain itu dapat pula dijadikan bimbingan baik oleh guru maupun oleh para sisiwa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Untuk itu penulis berharap adanya saran dan kritik yang bersifat membangun guna kesempurnaan makalah ini. Atas saran dan kritiknya, penulis ucapkan terima kasih. Semoga hasil makalah kami ini bermanfaat, baik bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Gresik, 29 Juli 2010

Penulis

PENUTUP

Demikianlah makalah yang telah kami buat. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Untuk menjadikan makalah ini lebih baik, kami bersedia untuk menerima kritik dan saran dari pembaca. Apabila ada kata-kata atau penulisan yang salah atau kurang berkenan di hati pembaca. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.

About these ads